
Warunge Kopie 71 termasuk salah satu warung kopi tertua di Indonesia dengan sejarah yang lebih dari 70 tahun. Sejak jaman Belanda sampai sekarang, pengalaman dan ketrampilan pembuatan kopi telah diteruskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Maka, tidak heran jika rasa kopi ini terasa lebih enak dari warung kopi lainnya. Dahulu warunge kopie 71 di buka pertama kali di kota Purwokerto thun 1939 dan kemudian tempat kedua di jalan financien Straat (sekarang jalan Pinangsia )
Biji-biji kopi yang digunakan berasal dari Jawa, Bali, Toraja, Sumatra, Lampung, Timor Timur, dan Papua Barat. Setelah dipilih, dibeli, dan diterima, biji-biji kopi tersebut ditumbuk, dicampur dan dikombinasikan serta diaramu untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan para pelanngannya . Peminat /peminum di warunge kopie 71 sangat
ramai sekali , karena di warunge kopie 71 juag tersedia berbagai jenis makanan sebagai hidangan minum kopi
ramai sekali , karena di warunge kopie 71 juag tersedia berbagai jenis makanan sebagai hidangan minum kopi Warung Kopi 71 didirikan oleh adalah Liong Ahap seorang pendatang dari Cina Selatan tepatnya dari kota Kwang Tung . Beliau dan istrinya, seorang wanita pribumi keturunan ningrat Jawa , membuka warung di pusat Kota purwokert yang seakrang dekat alun alun Purwokerto . Walaupun makanan dan minuman lainnya siap untuk dijual, legenda mengatakan bahwa penjualan kopi terjual lebih laris dari lainnya. Dan Liong Ahap pun terbukti sebagai pembuat kopi yang mahir.
Penduduk setempat sangat mengenal warunge kopie 71 tersebut . menjadi sebutan warung karena logat banyumasan sering meyebut warunge ,sehingga Liong ahap memberi merk dagang Warunge Kopie (kata kopie diambil karena logat Liang Ahap yang masih totok dari tionghoa dalam mengucapkan kata kopi) dan hurup 71 itu berasal dari 7 saudara di Tiongkok dan satu di Indonesia ,karena hanya Liaong Ahap saja yang pergi ke Indonesia .
Biasanya, Liong Ahap membeli bahan mentah dari petani yang membawa biji-biji kopi di keranjang bambu yang ditutupi dedaunan di atas kepalanya. Liong Ahap pun memanggang biji-biji kopi tersebut di kuali besar, dimasak, diseduh, kemudian disiapkan.
Biasanya, Liong Ahap membeli bahan mentah dari petani yang membawa biji-biji kopi di keranjang bambu yang ditutupi dedaunan di atas kepalanya. Liong Ahap pun memanggang biji-biji kopi tersebut di kuali besar, dimasak, diseduh, kemudian disiapkan.
Pada tahun 1957 , usaha warunge kopie 71 sempat ditutup karena adanya peraturan bagi warga tionghoa untuk memilih menjadi warga Negara Indonesia atau kembali ke Tionghoa ,tahun 1957 Liaong Ahap terpaksa menutup sementara usaha kopienya . Di tahun 1960 setaelah Lioang Ahap kembali mebuka usaha Warung kopinya kembali setelah menjadi WNI ,dan pada tahun 1966 usaha kopi Lioang ahap pun terpaksa harus menutup kembali karena adanya sentiment anti orang china akibat meletus GESTOK .sampai akhirnya usaha warunge kopie tersebut ditutup dan anak anaknya tidak ada yang mewarisinya atuau meneruskannya.
Tetapi, usahanya warunge kopi dikembangkan sekitar tahun 2006 oleh 6 cucu Liong Ahap . diaderah Perumahan Harapan Indah Bekasi , 6 cucu Liong Ahap mulai membuat campuran kopi yang lebih baik dari sebelumnya dengan mengabungkan resep resep yang peranh ditulis oleh Liong ahap dan resep kopi modern . Konsumen dan para pembeli terdiri dari peminum kopi berat. Klien dan konsumen baru pun datang melalui perbincangan dari mulut ke mulut. Walaupun produk--produk Warung kopie 71 tidak diiklankan, bisnis tetap berkembang pesat saat ini sudah ada dua outlet dibuka ,dan siap akan menjadi competitor bagi warung warung kopi local seperti Bakoel Coffe ataupun Starbuck,Coffe bean yang dari luar negeri .
by .Arief Poyuono ( Reseacrher History Assistant At Vrije University Amsterdam)
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar